Rabu, 13 Maret 2013

Satrio Piningit

Diposting oleh Unknown di 00.20
Hai semua..
Aku balik lagi nih,,

Kali ini, aku pengen ngebahas tentang "Satrio Piningit". Ada yang pada tau Satrio Piningit itu siapa? 
Satrio   Piningit (Satria Piningit) adalah nama yang sudah tidak asing lagi di kalangan orang Jawa, bahkan tidak berlebihan kalau disebut  fenomenal, tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh zaman. Namun bagi mereka yang tidak akrab dengan budaya Jawa, mungkin akan  linglung garuk garuk kepala nggak ngerti,  “Apa atau siapa sih Satrio Piningit itu? Koq sepertinya heboh benar?”



Sekilas tentang Ramalan Jayabaya

Membahas tentang Satria Piningit, mau tidak mau harus diawali dari kisah tentang Jayabaya. Kenapa? Ya tentu saja karena Jayabaya adalah sang penulis, pelontar ide awal atau orang yang meramal kedatangan Satria Piningit. Siapa itu Jayabaya? Beliau adalah raja Kediri, Jawa Timur 1135-1157 AD, yang sangat terkenal dengan tepat mampu meramal atau memprediksi kedatangan dari balatentara Jepang.  Pada salah satu kitab karangannya yang berjudul “Pralembang Joyobhoyo”,  salah satu baitnya menyebutkan :
“Orang Jawa akan diperintah oleh orang kulit putih selama 3 abad dan oleh kerdil kuning untuk masa hidup tanaman jagung sebelum kembalinya Ratu Adil:…..”
Ramalan ini ternyata 99% benar yaitu dengan penjajahan Belanda dan Jepang.  Jadi tidak bisa dibantah lagi bahwa Jayabaya adalah seorang raja sekaligus peramal ulung.

Ramalan Jayabaya tentang Satrio Piningit

Sekarang kita memasuki topik utamanya. Jayabaya meramalkan bahwa Satrio Piningit akan menjadi Pemimpin Besar Nusantara. Sang Kesatria Tersembunyi (Piningit) ini adalah keturunan Raja Majapahit, ia adalah seorang raja cerdas, jujur dan berprilaku lurus atau benar.  Menurut Jayabaya, dalam perjalanan hidup Satrio Piningit, ia selalu mengalami kesengsaraan, selalu dipermalukan, sial, dan “kesapar” (miskin). Oleh karena itu, ia mendapat julukan “Satrio Wiragung” (The Ksatria Agung). Banyak orang Jawa percaya nubuat (ramalan) ini.
Ia akan menegakkan keadilan di Nusantara dan bergelar “Ratu Adil” (bahasa Indonesia: Raja Keadilan, dalam bahasa Jawa, “Ratu” berarti “Raja” atau “Ratu “). Satrio Piningit tidak akan menjabat sebagai Kepala Negara, tidak akan dipilih dari pemilihan tapi memimpin lewat sebuah revolusi besar-besaran. Satrio Piningit tidak hanya akan memerintah Jawa atau Nusantara tapi juga memerintah dunia. Dan yang paling menarik adalah ramalan tentang kedatanganya yang didahului oleh bencana (alam) yang besar.
Kutipan beberapa ayat tentang Satrio Piningit
  • Bait 140:  Polahe wong Jowo koyo gabah den interi, endi sing bener endi sing sejati, poro topo podho ora wani, podho wedi ngajarake piwulang adi, salah-salah anemahi pati
Terjemahan: Perilaku orang Jawa seperti butiran-butiran padi diatas nampan yang diputar (bulir-bulir padi yg berlarian kesana-kemari saling bertabrakan), mana yang benar mana yang sejati, para pertapa tidak ada yang berani, semua takut mengajarkan ajaran baik, salah-salah bisa mati.
  • Bait 141: Banjir bandang ono ngendi-endi, gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni. Gehtinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni, margo wedi kapiyak wadine sopo siro sing sayekti.
Terjemahan: Banjir bandang terjadi dimana-mana, gunung meletus tak terduga, tanpa memberi isyarat sebelumnya. Bencinya sangat mendalam terhadap pendeta (orang pintar/waskita) yg menjalani tirakat tingkat tinggi, karena takut terbongkar rahasia siapa dirinya yang sejati(sebenarnya).
  • Bait 159: Selet-selete yen mbhesuk ngancik tutuping Tahun, sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu, Bakal ono dhewo ngejawantah, apengawak manungsa, apasuryo pindho Bethoro Kresno, awatak Bolodhewo, agegaman Trisulo wedho, jinejer wolak-waliking Zaman, wong nyilih ambhalekake, wong Utang ambhayar , Utang Nyawa bhayar nyowo, Utang wirang nyaur wirang.
Terjemahan: Selambat-lambatnya nanti menginjak tutup tahun, (sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu = dipimpin 8 dewa, menjabat panglimanya raja = bisa berarti tahun sesuai condro sengkolo). Akan ada dewa menjelma kedunia, berbadan manusia, bermuka seperti Bethara Krisna, berwatak Baladewa, bersenjata Trisula Wedha, sejajar dg terbaliknya zaman, orang pinjam akan mengembalikan, orang hutang akan menyahur, Hutang nyawa bayar nyawa, hutang malu nyahur malu
  • Bait 161: Dunungane ono sikil redhi Lawu sisih wetan, wetane bengawan banyu, adhedukuh pindho Radhen Gatotkoco, Arupa pagupon DORO tundho Tigo, KOYO manungsa angleledho.
Terjemahan: Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah timur, sebelah timurnya sungai (Bengawan) air, berumah seperti Raden Gatotkaca, berupa rumah merpati bertingkat tiga, seperti manusia yang menggoda.
[Catatan: Semua data diatas sumbernya diambil dan diringkas dari Wikipedia (Eng). Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan menggunakan google translate. Terjemahan direvisi dan dikoreksi oleh Kang Simpang SmP]
Apakah Kita Harus Percaya ?
Seperti yang tertulis di atas, kedatangan Satria Piningit dipercaya hanya menunggu waktu. Jayabaya meramalkan bahwa kedatangannya akan ditandai dengan berbagai kekacauan dan bencana besar di sejumlah wilayah atau negara. Menyimak kejadian bencana yang terjadi di sejumlah tempat yang bahkan terkadang tidak masuk akal dan belum pernah terjadi di sebelumnya, ssepertinya ramalan ini menampakkan tanda tanda mendekati. (Baca: Amerika di kepung bencana). Apalagi perlu diingat bahwa kedatangan tentara Jepang juga telah diprediksi dengan tepat oleh Jawabaya. Jadi haruskah saya menolak dan tidak mempercayainya?


2 komentar:

Satria piningit mengatakan...

WAHYU YOHANES 1
JUDUL
1:1. Inilah wahyu Satria Piningit, yang dikaruniakan Allah pada Satria Piningit,supaya ditunjukkan pada hamba Nya apa yang segera terjadi. Dan oleh yang diutus-Nya, Satria Piningit telah menyatakan diri.
1:2 AlKitab telah bersaksi tentang firman Allah dan kesaksian yang diberikan pada Satria Piningit, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya
1:3. Berbahagialah yang membaca dan yang mendengar kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktu sudah dekat.
1:4 Dari AlKitab kepada semua jemaat yang ada. Kasih karunia dan damai sejahtera sertai kamu sekalian, dari yang ada dan yang sudah ada dan yang datang, dan yang ada di Takhta,
1:5 dan Satria Piningit, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang hidup dan yang berkuasa atas Raja ataupun pemimpin di bumi ini, yang mengasihi bumi dan yang telah melepaskan bumi dari bencana masa depan oleh hidupNya.
1:6 dan yang telah membuat bumi menjadi suatu kerajaan, menjadi imam atas bumi. Bagi Satria Piningit kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
1:7 Lihatlah, datang dengan kuasa dan setiap mata akan melihat, juga mereka yang telah menanti. Dan semua bangsa di bumi akan memuji, amin.
1:8 Satria Pingit adalah nyata dan maya, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang berkuasa.
1:9. Bumi dalam kesusahan bencana, dan dalam ketekunan menantikan Juru Selamat, yang berada di pulau bernama Jawa oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan pada Satria Piningit.

Anonim mengatakan...

Ratu Adil secara manusia bukan sama dengan Satrio Piningit..

Posting Komentar

 

TUGAS BTIK Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea